Komunikasi Efektif: Kunci dalam Menjalin Interaksi yang Positif
Rizka Nurhidayati
Komunikasi adalah sesuatu yang kita perlukan dalam kehidupan sehari hari. Tanpa komunikasi kita akan kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari hari. Seperti penggunaan dalam pekerjaan maupun pribadi.
Tidak semua komunikasi itu baik. Lalu komunikasi bagaimana yang baik? Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang menyampaikan pesan kepada lawan bicara/ pendengar, tetapi juga memastikan bahwa apa yang kamu sampaikan dapat dimengerti sesuai maksudmu oleh lawan bicara/ pendengar.
Supaya kamu lebih tau tentang komunikasi efektif, simak artikel ini sampai selesai ya sobat sakina. Kita akan mulai mengenal dulu apa itu komunikasi efektif.
Apa Itu Komunikasi Efektif?
Komunikasi yang efektif dimulai dari kemampuan untuk mendengarkan (to listen) (Truncale, 2020). Wood (2015) menjelaskan mendengarkan disini adalah sebagai suatu proses yang aktif dan kompleks yang terdiri dari kesadaran, pendengaran, pemilihan dan pengorganisasian informasi, penafsiran komunikasi, tanggapan, dan mengingat.
Dibalik komunikasi efektif juga melibatkan 2 jenis komunikasi. Komunikasi verbal dan non verbal. Keduanya memiliki treatment yang berbeda tentunya. Komunikasi verbal lebih kepada bagaimana kamu menyampaikan secara lisan kemudian komunikasi nonverbal lebih kepada apa yang tidak kamu sampaikan secara lisan seperti gesture, ekspresi, penampilan kamu dalam komunikasi.
Sehingga komunikasi efektif tidak hanya mengenai bagaimana penyampaian pesan secara lisan namun juga berkaitan dengan bagaimana kamu menampilkan gesture, penampilan, dan ekspresi ketika berkomunikasi dengan orang lain.
Komunikasi efektif juga bukan hanya sebatas menyampaikan pesan namun juga bagaimana kamu mendengarkan secara efektif. Wood (2015) Menjelaskan lebih lanjut mengenai mendengarkan efektif.
Ada 3 hal yang wajib kamu perhatikan bagaimana cara mendengarkan efektif menurut Wood (2015) :
Be Mindful
Be Mindful, atau mendengarkan dengan kesadaran penuh, adalah penghormatan tertinggi terhadap orang lain karena memberikan makna dalam suatu relasi.
Adapt Listening Appropriately
Respon yang diberikan berbeda menurut kebutuhan partner komunikasi; beberapa mungkin ingin direspon, sedangkan yang lain hanya perlu didengarkan.
Listen Actively
Fokuskan pada pengendalian dan interpretasi ide dan perasaan partner saat berkomunikasi.
Dengan menerapkan 3 hal diatas kamu sudah bisa menuju penerapan komunikasi efektif. Dibawah ini akan kita bahas bagaimana membangun komunikasi yang efektif
Bagaimana membangun komunikasi yang efektif?
Cissna & Sieburg (1986) mengungkapkan level konfirmasi dan diskonfirmasi untuk membangun komunikasi efektif meliputi 3 komponen yaitu:
Recognition
Mengakui keberadaan orang lain secara fisik. Ini merupakan level paling dasar dari confirmation. Diskonfirmasi pada tingkat ini dapat berupa pengabaian.
Sebagai contoh: Saat kamu bertemu temanmu kamu bersalaman dan menyapanya dengan begitu dia akan merasa diakui keberadaanya secara fisik.
Acknowledgement
Pada level ini kamu tidak hanya mengakui keberadaan nya secara fisik. Tetapi pengakuan terhadap perasaan, pikiran, dan pernyataan yang disampaikan orang lain. Diskonfirmasi berupa pengabaian secara nonverbal, atau tidak mengakui perasaannya.
Contohnya: Saat teman kamu bercerita tentang hari bahagianya, kamu harus merespon dengan “ aku turut bahagia dengan harimu yang bahagia”
Endorsement
Pengesahan atau penerimaan atas perasaan dan pikiran orang lain. Ini merupakan level tertinggi dari confirmation. Kamu tidak hanya memberikan feedback tetapi juga memberikan dukungan dan memvalidasi perasaannya. Diskonfirmasi berupa ketidaksetujuan yang mungkin mengarah pada putusnya komunikasi.
Contoh: Ketika temanmu menceritakan kesusahanya. Lalu kamu memberikan dukungan dan validasi perasaannya seperti “Aku tau kamu sudah berjuang, kamu hebat lebih dari yang kamu bayangkan perasaanmu valid tidak papa untuk mengatakan kalau kamu lelah”
Kesimpulan
Komunikasi efektif merupakan kunci membangun interaksi positif dimanapun kamu menggunakannya. Komunikasi efektif tidak hanya perkara penyampaian secara lisan, ekspresi yang mendukung dan gesture. Akan tetapi bagaimana antara pembicara dan pendengar dapat mendapatkan informasi yang sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan dengan baik sehingga dapat menumbuhkan hubungan yang positif.
Salam hangat dari kami Sakina Psikologi Ponorogo.
Source:
Sieburg, E. (1986). Patterns of Interactional Confirmation and Disconfirmation Kenneth N. Leone Cissna and. Bridges not walls: a book about interpersonal communication, 230
Truncale, J. P. (2020, March 20). Effective Communication Begins with the Ability to • Listen. Piworld. https:// www.piworld.com/post/effective-communication-ability-listen/
Wood, J. T. (2015). Interpersonal communication: Everyday encounters. Nelson Education
Komentar
Posting Komentar