Kebahagiaan Martin Seligman : Apakah sesuatu yang membuat seseorang bahagia?

 Rizka Nurhidayati., S.Psi.

@rzknhhhhh

                                                                                                                 

                Setiap orang selalu ingin merasakan kebahagian. Bebagai cara dilakukan untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagian yang dirasakan biasanya tidak berlangsung lama tetapi dalam jangka waktu tertentu. Oleh sebab itu kita akan selalu mencari kebahagiaan yang sebenarnya.Psikologi kebahagiaan adalah cabang dari psikologi positif. Fokus studi tersebut pada apa yang membuat seseorang merasa bahagia, puas, dan menjalani hidup yang bermakna. Kebahagiaan adalah sesuatu yang subjektif. Karena dapat diciptakan sendiri oleh masing masing orang.

Mari kita bahas tentang apa itu pengertian kebahagiaan, aspek aspek dari kebahagian hingga ciri ciri seseorang mencapai kebahagiaan.

What is Happiness?

Martin Seligman (2002) mendefinisikan kebahagian sebagai keadaan psikologis yang positif di mana seseorang mengalami emosi positif, seperti kepuasan hidup, serta pikiran dan perasaan positif tentang kehidupan mereka.

Sedangkan Veenhoven (2009) mengatakan bahwa kebahagiaan adalah kenikmatan dan kepuasan yang dirasakan individu atas keseluruhan aspek dari hidupnya. Sehingga kita ketahui bersama bahwa kebahagiaan adalah perasaaan emosi yang positif, kepuasan yang kita rasakan pada seluruh aspek kehidupan kita.

Aspek – Aspek Kebahagiaan

Dalam pengantar buku Flourish. Seligman menyajikan model PERMA untuk memahami dan mencapai kesejahteraan manusia. Ia mengenalkan konsep kesejahteraan yang melampaui kebahagian tradisional dan membahas lima elemen yaitu PERMA:

Positive Emotion (Emosi Positif)

Dalam elemen ini seligman mengatakan bahwa emosi positif merupakan fondasi kesejahteraan. Emosi positif menekankan bahwa penting untuk seseorang merasakan dan sadar terhadap perasaan gembira, syukur, dan emosi positif. Untuk mencapai kebahagian seseorang harus mengurangi emosi emosi maupun pikiran pikiran negatif. Dengan menumbuhkan emosi positif dapat membuat kehidupan yang lebih memuaskan.

Engangement (Keterlibatan)

Keterlibatan dalam elemen ini melibatkan keterlibatan penuh dalam aktivitas yang memberikan rasa mengalir dan penyerapan. Ketika kita dapat melakukan hal tersebut maka kita akan merasakan kebahagiaan yang autentic.

Relationship (Hubungan)

Seligman menggarisbawahi pentingnya hubungan positif sebagai komponen utama model PERMA. Memelihara hubungan yang bermakna dan membangun ikatan sosial yang kuat berkontribusi pada kehidupan yang sejahtera. Dengan menekankan peran hubungan dalam meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Meaning (Menemukan Tujuan Hidup)

Pentingnya menemukan tujuan dan makna dalam hidup, mengeksplorasi bagaimana menyelaraskan nilai-nilai dan aspirasi seseorang dengan tujuan dapat menghasilkan kehidupan yang lebih memuaskan dan bermakna.

Accomplishtment (Pencapaian)

Bagaimana menetapkan dan mencapai tujuan yang selaras dengan nilai dan kekuatan seseorang berkontribusi pada rasa pencapaian dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Ciri Ciri Kebahagiaan

  • Hidup mempunyai arah dan arti jika seseorang bahagia dengan hidupnya. Mereka dapat membuat hidup mereka berarti dan terarah dengan menemukan pekerjaan dan harapan yang mereka inginkan.
  • Dalam kehidupan, jarang merasa dikecewakan atau diperlakukan dengan tidak adil. Kepuasan hidup tinggi cenderung melihat kegagalan sebagai pengalaman yang berguna, mendorong mereka untuk berusaha lebih baik lagi.
  • Mencapai sejumlah tujuan hidup yang sangat penting. Seseorang yang berbahagia dan merasa puas dalam kehidupannya memiliki tujuan yang dipenuhi, seperti kehidupan yang aman, keluarga yang aman, dan rasa cinta dan kasih sayang yang kuat terhadap sesama.
  • Perhatian pada pertumbuhan dan perkembangan individu. Seseorang yang bahagia akan menunjukkan dirinya sebagai orang yang jujur, penuh kasih sayang, dan bertanggung jawab. Mereka memiliki banyak teman, mampu mengambil tanggung jawab apabila diperlukan, dan mampu menghadapi situasi tanpa dibuat-buat.
  • Seseorang yang bahagia tidak melihat kritik sebagai serangan pribadi yang dapat menurunkan harga diri; sebaliknya, seseorang yang bahagia memiliki harga diri yang cukup sehingga mereka tidak kehilangan harga diri hanya karena mendapat kritik dari orang lain.


..Kebahagian adalah subjektif bergantung pada masing masing individu bagaimana tujuan hidup individu. Kebahagian bisa kita ciptakan sendiri dan merupakan tanggung jawab kita sendiri bukan orang lain. Pondasi utama dan komponen dalam kebahagian adalah dari emosi yang positif dan bagaimana seseorang membangun suatu hubungan dengan orang lain. Mulailah bahagiakan diri kita sendiri terlebih dahulu, maka kita juga akan bisa menularkan kebahagiaan kepada orang lain. Salam hangat dari Biro Sakina Psikologi Ponorogo..

Sources :

https://www.researchgate.net/publication/376678845_KONSEP_KEBAHAGIAAN_MENURUT_PSIKOLOGI_POSITIF_The_Concept_of_Happiness_according_to_Positive_Psychology
Seligman, M. E. P. (2002). Authentic happiness: Using the new positive psychology to realize your potential for lasting fulfillment. Free Press.
Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.
https://www.universitaspsikologi.com/2018/05/pengertian-dan-aspek-kebahagiaan-happiness.html




0852-3445-7223 (Chat Only, No Call)
Jl. Puspowarno 8, Mangkujayan, Ponorogo.

Komentar

You also can read this....

Ketika Rumah Tak Lagi Nyaman: Akar Masalah Mental pada Remaja dari Pola Asuh yang Salah

Spotlight Effect : When All Eyes On You

Navigasi Psikologis: Memahami PMS antara Kebutuhan Biologis dan Stigma “Manja”