Postingan

Multitasking : Efisiensi atau Ilusi dalam Produktivitas Karyawan

Gambar
Rizka Nurhidayati, S.Psi @Rizknhhhh    Revolusi indutri 4.0 telah banyak memberikan dampak pada perekonomian dan bisnis, seperti pertukaran data secara real time, optimalisasi proses, efisiensi biaya, dan peningkatan kualitas. Pembaruan dari era ini adalah dengan  munculnya Iot, Machine learning, hingga AI untuk optimasi tugas dan keputusan.              Dengan kemudahan tersebut menjadi peluang para pekerja melakukan multitasking dalam pekerjaan. Mungkin multitasking dalam pekerjaan menjadi sebuah keahlian yang sangat dihargai. Akan tetapi apakah hal tersebut akan meningkatkan produktivitas ? Apa itu multitasking? Menurut APA (2020) dalam ilmu neurologis otak manusia sebenarnya tidak dibuat untuk multitasking. Yang terjadi adalah berpindah tugas...

Gentle Parenting: Apakah Sesuai untuk Generasi Alpha ?

Gambar
  Karina Rizki Rahmawati, M.Psi, Psikolog @karin_psikolog Psikolog Klinis   Saat ini beberapa orang tua mulai “pusing” dengan permasalahan tumbuh kembang anak, salah satunya adalah perkembangan psikologis seprti pola perilaku anka. Apa dan bagaimana pola asuh yang tepat dan sesuai untuk diberikan dan daplikasikan untuk generasi anak – anak yang saat ini disebut dengan Generasi Alpha .   Generasi Alpha yang lahir antara tahun 2010 dan 2024. Para peneliti, memprediksi bahwa mereka akan menjadi kelompok yang sangat besar dengan identitas dan hak mereka sendiri. Seperti Generasi Z, mereka juga memiliki kemampuan teknologi yang luar biasa dan lebih terampil secara digital daripada generasi sebelumnya. Hal ini yang juga harus menjadi perhatian bagi orang tua untuk mendidik anak yang akan lebih mahir teknologi dan mulai mengikis nilai – nilai etika sosial. Perlunya   meneyesuaikan pola asuh atau gaya parenting dengan karakteristik mereka yang tumbuh di era teknologi d...

Kekerasan Psikologis, Membuat Traumatis

Gambar
Karina Rizki Rahmawati, M.Psi, Psikolog @karin_psikolog Psikolog Klinis Seorang perempuan berumur sekitar 30 tahun datang ke tempat praktek saya dengan mata yang sayu, wajah muram dan terlihat sedih. Tubuhnya terlihat kurus, lemas dan tak bersemangat. Dia duduk di depan saya hanya dengan terdiam memandang saya dengan tatapan kosong, kemudian tanpa disadari air mata menetes, kemudian dia terisak sambil berkata “Saya bingung, mau menyampaikan, bingung mau bercerita mulai dara mana. Saya menenangkannya terlebih dahulu, menyodorkannnya segelas air mineral dan meminumnya. Setalah minum beberapa teguk air putih dan mulai tenang, perlahan saya memintanya menyampaikan apa yang membuatnya datang menemui saya dan perasaan apa yang dirasakannya saat ini. Perempuan ini menceritakan, selama menikah selama kurang lebih sebelas tahun dan telah dikaruniai 2 orang anak, dirinya sering mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis. Saat di 7 tahun pertama pernikahan sang perempuan mengalami kekerasan...

Spotlight Effect : When All Eyes On You

Gambar
  Risma Agustin A.K.D., M.Psi.,Psikolog @rismaakd Psikolog Klinis Pada dasarnya, semua orang suka diperhatikan oleh orang lain. Ketika individu berinteraksi dengan banyak orang, dan berbicara di depan umum membuat seseorang seringkali lebih memperhatikan penampilannya dan dengan status sosial tersebut, mereka akan merasa dirinya di sorot atau diperhatikan baik dari segi perilaku, penampilan maupun ketrampilan. Kecenderungan tersebut sering kali menjadi berlebihan dan membuat merasa menjadi pusat perhatian yang disebut  spotlight effect yang  membuat seseorang merasa bahwa dirinya harus tampil maksimal dalam lingkungan sosialnya. Dalam hal ini semua orang bisa sangat fokus pada diri mereka sendiri, tindakan mereka, dan penampilan mereka serta percaya bahwa semua orang juga sama sadar. Mungkin beberapa orang akan menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar memperhatikan dirinya, namun, bisa jadi lebih sulit untuk mengenali fakta ini dan mengatasi kecemasan yang terkait denga...

Social Media VS Everybody

Gambar
  Risma Agustin A.K.D., M.Psi.,Psikolog @rismaakd Psikolog Klinis Saat ini, kebanyakan orang mengakses media sosial melalui  smartphone . Sosial media menyediakan kenyamanan dalam hal berhubungan antar manusia, dan juga berarti sosial media akan selalu dapat diakses kapanpun, di manapun. Konektivitas yang hiper sepanjang waktu ini dapat memicu masalah kontrol impuls, peringatan dan pemberitahuan konstan yang dapat memengaruhi konsentrasi dan fokus seseorang, mengganggu kualitas tidur, dan membuat seseorang menjadi budak ponsel.  Platform sosial media dirancang untuk menarik perhatian, membuat seseorang tetap online, dan membujuk seseorang agar berulang kali memeriksa layar dengan notifikasi-notifikasinya. Namun, sama seperti keterpaksaan judi atau kecanduan nikotin, alkohol, atau obat-obatan, penggunaan sosial media dapat menciptakan keinginan psikologis. Saat seseorang menerima reaksi positif terhadap sebuah postingan yang seseorang unggah, hal itu dapat memicu pelepasan...