Multitasking : Efisiensi atau Ilusi dalam Produktivitas Karyawan


Rizka Nurhidayati, S.Psi
@Rizknhhhh


   Revolusi indutri 4.0 telah banyak memberikan dampak pada perekonomian dan bisnis, seperti pertukaran data secara real time, optimalisasi proses, efisiensi biaya, dan peningkatan kualitas. Pembaruan dari era ini adalah dengan  munculnya Iot, Machine learning, hingga AI untuk optimasi tugas dan keputusan.

             Dengan kemudahan tersebut menjadi peluang para pekerja melakukan multitasking dalam pekerjaan. Mungkin multitasking dalam pekerjaan menjadi sebuah keahlian yang sangat dihargai. Akan tetapi apakah hal tersebut akan meningkatkan produktivitas ?

Apa itu multitasking?

Menurut APA (2020) dalam ilmu neurologis otak manusia sebenarnya tidak dibuat untuk multitasking. Yang terjadi adalah berpindah tugas, yang dikenal sebagai "task switching", yang justru dapat menurunkan efisiensi kerja.

Ophir (2009) Mengatakan bahwa sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Stanford menemukan bahwa orang yang sering melakukan banyak hal sekaligus memiliki tingkat kesulitan yang lebih besar dalam menyaring informasi yang relevan dibandingkan dengan orang yang hanya berkonsentrasi pada satu tugas.

Jadi apakah multi tasking itu sebuah efisiensi atau hanya sebuah ilusi bagi produktivitas karyawan?. Akan kita bahas lebih lanjut dibawah ini.

Dampak Buruk Multitasking pada Produktivitas

  • Penurunan Kualitas dan Akurasi Kerja
    Multitasking sering menyebabkan kesalahan karena perhatian terbagi. Oleh sebab itu kua;itas pekerjaan tidak bisa maksimal yang akan menambah 2 kali pengerjaan.

  • Meningkatkan Stres
    Berpindah-pindah tugas memicu kelelahan mental, yang dapat meningkatkan tingkat distress(stress negatif) yang malah membuat seseorang merasa cepat lelah dan kurang bergairah.

  • Waktu Penyelesaian Lebih Lama
    Task switching membutuhkan waktu tambahan untuk kembali fokus, sehingga pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama (Rubinstein et al., 2001).

  • Dampak pada Kreativitas
    Multitasking menghambat proses berpikir mendalam yang penting untuk menghasilkan ide-ide inovatif.

Multi tasking tidak selamanya buruk. Akan tetapi bagaimana kita dapat menggunakan strategi yang lebih cerdas dengan multitasking untuk meningkatkan produktivitas.

Strategi Efektif dalam multi tasking

1.Prioritaskan Tugas Berdasarkan Kompleksitas

Pilih tugas yang membutuhkan konsentrasi penuh (disebut tugas kritis) dan tugas yang lebih sederhana atau rutin. Fokus pada tugas kompleks dan multitasking hanya dilakukan pada tugas ringan.

Contoh: Sambil menunggu hasil analisis data diproses, balas email sederhana.

2.  Kelompokkan tugas sejenis

Untuk mengurangi waktu transisi mental, gabungkan tugas yang menggunakan keterampilan atau alat yang sebanding.

Contoh: membuat laporan keuangan dan menyusun spreadsheet anggaran keduanya menggunakan data yang saling berkaitan.

3. Beri Ruang untuk Berpikir dan Beristirahat

Berpindah antar tugas dapat menguras energi mental. Beri jeda istirahat untuk mengembalikan fokus. Gunakan teknik mindfulness untuk meningkatkan kemampuan fokus.

Kesimpulan

Jika dilakukan dengan terencana, multitasking dapat meningkatkan efisiensi, terutama pada tugas rutin atau sederhana. Namun, untuk tugas yang membutuhkan pemikiran mendalam, lebih baik untuk fokus pada satu tugas pada satu waktu. Dengan strategi yang tepat, multitasking dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas pekerjaan yang dilakukan.


0852-3445-7223 (Chat Only, No Call)
Jl. Puspowarno 8, Mangkujayan, Ponorogo

Komentar

You also can read this....

Ketika Rumah Tak Lagi Nyaman: Akar Masalah Mental pada Remaja dari Pola Asuh yang Salah

Spotlight Effect : When All Eyes On You

Navigasi Psikologis: Memahami PMS antara Kebutuhan Biologis dan Stigma “Manja”